Sindrom Nefrotik
Diagnosa
Keperawatan pada Pasien Sindrom Nefrotik
1.
Pola nafas tidak efektif berhubungan
dengan penekanan diafragma akibat asites
2.
Kelebihan volume cairan berhubungan
dengan edema
3. Perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan
tubuh berhubungan dengan kerusakan metabolisme protein
4.
Gangguan pola eliminasi berhubungan
dengan retensi Na dan air
Intervensi
Keperawatan
1. Diagnosa keperawatan : Pola nafas tidak
efektif berhubungan dengan penekanan diafragma akibat asites
Tujuan
: Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 2x24 jam diharapkan tidak
terjadi asites sehingga tidak ada penekanan difragma dan pola nafas jadi
efektif
NOC : Respiratory Status :
Ventilation
a. RR
normal
b. Nadi
normal
c. Pernafasan
tidak dalam
d. Tidak
terjadi retraksi otot dada
e. Tidak
Dipsnea, orthopnea
f. Tidak
ada sputum atau cairan
NIC
: Respiratory Monitoring
a. Kaji
nadi, RR,kedalaman dan efek pernafasan
b. Catat
adanya retraksi otot dada waktu bernafas
c. Catat
lokasi trakea
d. Kaji
otot diafragma
e. Dengarkan
bunyi suara nafas
f. Kaji
sesak nafas
g. Kolaborasikan
dengan dokter pemberian obat, pemasangan nebulizer,
oksigen
2.
Diagnosa keperawatan : Kelebihan volume
cairan berhubungan dengan edema
Tujuan : Setelah
dilakukan tindakan keperawatan selama 2x 24 jam diharapkan edema berkurang atau
hilang
dengan kriteria
hasil sebagai berikut :
NOC : Balance
a. Terbebas dari edema dan efusi anasarka
b. Bunyi nafas bersih, tidak ada dyspnu atau
ortopnue
c. Memelihara tekanan vena sentral, tekanan
kapiler paru, output jantung dan tanda-tanda
vital dalam
batas normal
d. Terbebas dari
kecemasan, kelelahan dan kebingungan.
NIC : Fluid Management
a.
a. Ubah
posisi, berikan posisi kaki lebih tinggi dari kepala,lihat permukaan kulit.
b.
Ajarkan pasien untuk memperhatikan
penyebab, pembatasan diet dan penggunaan dosis obat.
c.
Berikan dieresis sesuai keperluan
b. Pertahankan
catatan intake dan output yang akurat
c. Pasang
kateter jika diperlukan
d. Monitor hasil
laboratorium yang sesuai dengan retensi cairan (BUN, HMT)
e. Monitor
status hemodinamika
f. Monitor vital
sign
g. Monitor
indikasi retensi atau kelebihan cairan (edema, asites, distensi vena leher )
h. Kaji kalori
dan luas edema
i. Monitor
masukan makanan/cairan dan hitung intake kalori harian
j. Monitor
status nutrisi
k. Berikan
diuretic sesuai instruksi
m. Kolaborasi medis/dokter jika cairan berlebihan muncul
memburuk
3.
Diagnosa keperawatan : Perubahan nutrisi
kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan kerusakan metabolisme protein
Tujuan : Setelah
dilakukan tindakan keperawatan selama 2x24 jam diharapkan kebutuhan nutrisi
dapat terpenuhi dengan kriteria hasil sebagai berikut :
NOC : Nutritional Status : Nutrient Intake
a.
Berat badan ideal sesuai dengan tinggi badan
b.
Tidak ada tanda-tanda malnutrisi
c.
Menunjukkan peningkatan fungsi pengecapan dari menelan
d.
Tidak terjadi penurunan berat badan yang berarti
NIC : Nutritional Management
a. Kaji adanya alergi makanan
b.
Kolaborsi dengan ahli gizi untuk menentukan jumlah kalori dan nutrisi yang
dibutuhkan pasien
c.
Anjurkan keluarga untuk meningkatkan intake protein, Fe dan vitamin C
e. Yakinkan diet yang dimakan mengandung tinggi serat untuk
mencegah konstipasi
f. Monitor jumlah nutrisi dan kandungan kalori
g.
Kaji kemampuan pasien untuk mendapatkan nutrisi yang dibutuhkan.
h. Berikan makanan yang terpilih (sudah dikonsultasikan
dengan ahli gizi)
4. Diagnosa
keperawatan : Gangguan pola eliminasi berhubungan dengan retensi Na dan air
Tujuan : Setelah dilakukan tindakan
keperawatan selama 2x24 jam diharapkan tidak terjadi gangguan pada pola
eliminasi dengan kriteria hasil sebagai berikut :
NOC
: Urinary Elimination
a. Urin
tidak terlalu bau
b. Warna
urin jernih kuning
c. Tidak
terjadi retensi urin
d. Tidak
terjadi inkontinensia urin
e. Tidak
terjadi nyeri pada saat BAK
f. Tidak
merasa panas saat BAK
NIC
: Urinary Elimination Management
a. Kaji
dan Pantau eliminasi
urine termasuk
frekuensi, konsistensi, volume, warna.
b. Pantau
tanda dan gejala retensi urin
c. Identifikasi
faktor penyebab inkontinensia urin
d. Berikan
penjelasan tanda dan gejala infeksi saluran kemih
e. Ajarkan
pasien cara mengosongkan kandung kemih
f. Pasang
DC
Tidak ada komentar:
Posting Komentar