Senin, 16 April 2012

Sindrom nefrotik

 Sindrom Nefrotik

Diagnosa Keperawatan pada Pasien Sindrom Nefrotik
1.        Pola nafas tidak efektif berhubungan dengan penekanan diafragma akibat asites
2.        Kelebihan volume cairan berhubungan dengan edema
3.   Perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan kerusakan metabolisme protein
4.        Gangguan pola eliminasi berhubungan dengan retensi Na dan air

Intervensi Keperawatan
1.    Diagnosa keperawatan : Pola nafas tidak efektif berhubungan dengan penekanan diafragma akibat asites
Tujuan : Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 2x24 jam diharapkan tidak terjadi asites sehingga tidak ada penekanan difragma dan pola nafas jadi efektif
NOC : Respiratory Status : Ventilation
a.       RR normal
b.      Nadi normal
c.       Pernafasan tidak dalam
d.      Tidak terjadi retraksi otot dada
e.       Tidak Dipsnea, orthopnea
f.       Tidak ada sputum atau cairan
NIC : Respiratory Monitoring
a.       Kaji nadi, RR,kedalaman dan efek pernafasan
b.      Catat adanya retraksi otot dada waktu bernafas
c.       Catat lokasi trakea
d.      Kaji otot diafragma
e.       Dengarkan bunyi suara nafas
f.       Kaji sesak nafas
g.      Kolaborasikan dengan dokter pemberian obat, pemasangan nebulizer,
oksigen
2.        Diagnosa keperawatan : Kelebihan volume cairan berhubungan dengan edema
Tujuan : Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 2x 24 jam diharapkan edema berkurang atau hilang
dengan kriteria hasil sebagai berikut :
NOC : Balance
a.  Terbebas dari edema dan efusi anasarka
b.  Bunyi nafas bersih, tidak ada dyspnu atau ortopnue
c.  Memelihara tekanan vena sentral, tekanan kapiler paru, output jantung dan tanda-tanda
vital dalam batas normal
d. Terbebas dari kecemasan, kelelahan dan kebingungan.
NIC : Fluid Management
a.       a. Ubah posisi, berikan posisi kaki lebih tinggi dari kepala,lihat permukaan kulit.
b.      Ajarkan pasien untuk memperhatikan penyebab, pembatasan diet dan penggunaan dosis obat.
c.       Berikan dieresis sesuai keperluan
b. Pertahankan catatan intake dan output yang akurat
c. Pasang kateter jika diperlukan
d. Monitor hasil laboratorium yang sesuai dengan retensi cairan (BUN, HMT)
e. Monitor status hemodinamika
f. Monitor vital sign
g. Monitor indikasi retensi atau kelebihan cairan (edema, asites, distensi vena leher )
h. Kaji kalori dan luas edema
i. Monitor masukan makanan/cairan dan hitung intake kalori harian 
j. Monitor status nutrisi
k. Berikan diuretic sesuai instruksi
m. Kolaborasi medis/dokter jika cairan berlebihan muncul memburuk

3.  Diagnosa keperawatan : Perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan kerusakan metabolisme protein
Tujuan : Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 2x24 jam diharapkan kebutuhan nutrisi dapat terpenuhi dengan kriteria hasil sebagai berikut :
NOC : Nutritional Status : Nutrient Intake
a. Berat badan ideal sesuai dengan tinggi badan
b. Tidak ada tanda-tanda malnutrisi
c. Menunjukkan peningkatan fungsi pengecapan dari menelan
d. Tidak terjadi penurunan berat badan yang berarti
NIC : Nutritional Management
a.  Kaji adanya alergi makanan
b. Kolaborsi dengan ahli gizi untuk menentukan jumlah kalori dan nutrisi yang dibutuhkan pasien
c. Anjurkan keluarga untuk meningkatkan intake protein, Fe dan vitamin C
e. Yakinkan diet yang dimakan mengandung tinggi serat untuk mencegah konstipasi
f.  Monitor jumlah nutrisi dan kandungan kalori
g. Kaji kemampuan pasien untuk mendapatkan nutrisi yang dibutuhkan.
h. Berikan makanan yang terpilih (sudah dikonsultasikan dengan ahli gizi)

4.  Diagnosa keperawatan : Gangguan pola eliminasi berhubungan dengan retensi Na dan air
Tujuan : Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 2x24 jam diharapkan tidak terjadi gangguan pada pola eliminasi dengan kriteria hasil sebagai berikut :
NOC : Urinary Elimination
a.       Urin tidak terlalu bau
b.      Warna urin jernih kuning
c.       Tidak terjadi retensi urin
d.      Tidak terjadi inkontinensia urin
e.       Tidak terjadi nyeri pada saat BAK
f.       Tidak merasa panas saat BAK
NIC : Urinary Elimination Management
a.       Kaji dan Pantau eliminasi urine termasuk frekuensi, konsistensi, volume, warna.
b.      Pantau tanda dan gejala retensi urin
c.       Identifikasi faktor penyebab inkontinensia urin
d.      Berikan penjelasan tanda dan gejala infeksi saluran kemih
e.       Ajarkan pasien cara mengosongkan kandung kemih
f.       Pasang DC

Tidak ada komentar:

Posting Komentar